Jumat, 12 Oktober 2012

Pembelajaran Kelas Rangkap

MODUL 1
HAKIKAT PEMBELAJARAN KELAS RANGKAP
Kegiatan Belajar 1
Hakikat Pembelajaran Kelas Rangkap
*        Pengertian Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR)
PKR adalah satu bentuk pembelajaran yang mempersyaratkan seorang guru mengajar dalam satu ruang kelas atau lebih, dalam saat yang sama, dan menghadapi dua atau lebih tingkat kelas yang berbeda.

*        Alasan diperlukannya PKR
Dibawah ini adalah beberapa alas an diperlukannya PKR ;
Ø Alasan Geografis
Yaitu sulitnya lokasi, terbatasnya sarana transportasi, lokasi yang berpindah-pindah yang dikarenakan adanya mata pencaharian khusus.
Ø Alasan Demografis
Alasan ini biasanya berlaku di daerah pemukiman yang jarang penduduknya sehingga jumlah murid sedikit.
Ø Kurang Guru
Ø Terbatasnya Ruang Kelas
Ø Adanya Guru yang Tidak Hadir
Ø Alasan Lain
Alasan ini ada karena ;
- Menghadapi murid yang tingkat kemampuan dan kemajuan belajar yang berbeda, atau
- Perbedaan kemampuan dan kemajuan belajar diantara murid pada tingkat kelas yang sama.

*        Tujuan, Fungsi, dan Manfaat PKR
Tujuan, fungsi, dan manfaat PKR dapat dikaji dari berbagai aspek berikut :
1.       Quantity dan Equity
PKR memungkinkan kita untuk memenuhi asas quantity (jumlah) dan equity (pemerataan), yaitu dengan mengoptimallkan sumber daya yang ada.
2.       Ekonomis
Satuan biaya pendidikan yang ditanggung Pemerintah dapat lebih diminimalkan.
3.       Pedagogis
Anak dituntut agar menjadi aktif dan mandiri dalam proses belajar.
4.       Keamanan
Pemerintah dapat mendirikan sekolah di lokasi yang mudah dijangkau sehingga kekhawatiran orang tua kepada anaknya menjadi berkurang.

*        Prinsip yang Mendasari PKR
·      Prinsip Umum
- Perbedaan kemampuan individual murid yang harus diperhatikan guru
- Membangkitkan motivasi belajar murid
- Belajar hanya terjadi jika murid aktif sehingga guru harus berusaha mengaktifkan murid.
·      Prinsip Khusus
- Keserempakan Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan yang secara serempak atau bersamaan harus bermutu dan bermakna, artinya kegiatan tersebut mempunyai tujuan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum/kebutuhan murid dan dikelola secara benar.
- Kadar Tinggi Waktu Keaktifan Akademik (WKA)
- Kontak Psikologis Guru dan Murid yang Berkelanjutan
- Dalam PKR, Terjadi Pemanfaatan Sumber Secara Efisien

Kegiatan Belajar 2
Gambaran PKR yang Ideal dan Praktik yang Terjadi di Lapangan
*      Praktik Mengajar Kelas Rangkap Saat ini
Praktik PKR di lapangan masih banyak yang menyimpang dari gambaran PKR yang ideal. Pembelajaran lebih banyak berlangsung secara bergilir sehingga banyak waktu yang terbuang. Pemanfaatan sumber belum maksimal, supervisi guru terhadap belajar murid masih kurang. Sebagai akibat dari semuanya ini kadar WKA (Waktu Keaktifan Akademik) menjadi rendah, pembelajaran membosankan, dan tentu saja hasil belajar tidak sesuai dengan harapan.

*      Gambaran PKR yang Ideal / yang diinginkan
PKR yang ideal, yang secara terencana menerapkan prinsip –prinsip PKR akan menyebabkan belajar menjadi kreatif memanfaatkan sumber belajar, murid aktif, iklim kelas ceria, menyenangkan sehingga muncul kerja sama dan persaingan yang sehat antar murid. Pembelajaran yang seperti ini jelas meningkatkan kadar WKA sehingga hasil belajar juga meningkat. Guru PKR yang ideal harus mampu berperan sebagai administrator, perancang kurikulum, pembawa pembaruan , dan penasihat, di samping profesional serta kreatif.

MODUL 2
MODEL PENGELOLAAN & PEMBELAJARAN KELAS RANGKAP
Kegiatan belajar 1
Prinsip dan Model Pengelolaan PKR
Ciri-ciri utama PKR, yaitu:
·           Seorang guru
·           Menghadapi dua kelas atau lebih
·           Satu kelas dengan dua atau beberapa kelompok siswa yang berbeda kemampuan.
·           Untuk membimbing belajar dalam satu mata pelajaran atau lebih.
·           Beberapa topik yang berbeda dalam satu mata pelajaran.
·           Dalam satu atau lebih dari satu ruangan.
·            Pada jam pelajaran yang bersamaan.

Proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang efektif yang menurut Karweit (1987) ditandai oleh 3 hal sebagai berikut:
1.       Sebagian terbesar dari waktu yang tersedia benar-benar digunakan untuk belajar siswa
2.       Kualitas pembelajaran guru sangat memadai
3.       Sebagian terbesar atau seluruh siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar

Model Pengelolaan PKR adalah sebagai berikut ;
·           Model Utama : PKR Murni : PKR 221
2 kelas, 2 mata pelajaran, 1 ruangan
·           Model Alternatif : PKR Modifikasi : PKR  222
2 kelas, 2 mata pelajaran, 2 ruangan
·           Model PKR 333
3 kelas, 3 mata pelajaran, 3 ruangan


Kegiatan Belajar 2
Prinsip Didaktik-Metodik dan Prosedur Dasar PKR
*        Bagaimana Mengawali dan Mengakhiri Pelajaran
a.    Mengawali pelajaran
              1. Menarik perhatian siswa
- Memperlihatkan benda, alat, dan gambar yang berhubungan dengan materi
- Memberikan aba-aba perhatian dan ucapan salam pembuka
- Membunyikan sesuatu, misalnya peluit
2. Menimbulkan motivasi (ekstrinsik/instrumental dan intrinksik)
- Kehangatan dan semangat (warmth and enthuasiasm)
- Rasa penasaran / ingin tahu siswa (curiosity)
- Ide yang bertentangan (conflicting/ controversial ideas)
- Minat siswa
3. Memberikan acuan belajar
-  Tujuan dan batas-batas tugas
-  Langkah-langkah yang akan ditempuh
-  Masalah pokok sebagai pusat perhatian
-  Pertanyaan pemicu belajar
4. Membuat kaitan atau jalinan konseptual
-  Penyampaian pertanyaan apersepsi
-  Perangkuman materi pelajaran yang lalu dengan maksud memetakan yang telah dipelajari siswa

b.   Mengakhiri Pelajaran
1. Meninjau Kembali
2. Mengadakan evaluasi penguasaan siswa
a.       Mendemonstrasikan keterampilan siswa
b.      Menerapkan ide baru pada situasi lain
c.       Mengemukakan pendapat sendiri
d.      Mengerjakan soal-soal tertulis

3. Memberikan tindak lanjut.
a.       Memberi pekerjaan rumah
b.      Merancang sesuatu
c.       Mengomunikasikan sesuatu

*        Bagaimana Mendorong Belajar Aktif dan Membiasakan Belajar Mandiri
Alasan perlunya digalakkan belajar mandiri:
1.      Individu yang berinisiatif dalam belajar dapat belajar lebih baik dari pada yang tergantung pada guru.
2.      Lebih sesuai dengan perkembangan mental individu
3.      Perkembangan baru dalam berbagai aspek pendidikan menempatkan siswa sebagai pembelajar yang aktif.
Keterampilan yang diperlukan guru
a.        Membimbing diskusi kelompok kecil
b.        Mengajar kelompok kecil dan perseorangan
c.         Mengadakan variasi
Variasi artinya keanekaragaman. Variasi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
1.      Variasi gaya mengajar
2.      Variasi media dan sumber
3.      Variasi pola interaksi dan kegiatan
Beberapa macam pola interaksi yaitu ;
a.       Pola Interaksi perseorangan (Pola INPERS)
b.      Pola Interaksi Pasangan (Pola INPAS)
c.       Pola Interaksi Kelompok Kecil (Pola INKK)
d.      Pola Interaksi Kelompok Besar atau kelas tunggal (Pola INKB)
e.       Pola Interaksi Klasikal atau kelas banyak (Pola INKLAS)

*        Bagaimana Mengelola Kelas PKR dengan Baik?
a.       Menciptakan dan memelihara situasi kelas yang optimal
Untuk dapat menciptakan situasi kelas yang optimal, seyogyanya terampil dalam:

1.      Peka terhadap hal-hal yang mengganggu jalannya interaksi belajar mengajar
2.     Memeratakan perhatian terhadap semua kelompok baik secara visual maupun verbal
3.     Memberikan tugas pada sisiwa dengan jelas
4.     Memberi teguran dengan arif dan bijaksana bila terjadi perilaku menyimpang dari siswa
5.     Memberikan penguatan verbal, gestural, kegiatan, kedekatan, dan token sesuai dengan keperluan dan situasi secara wajar.
b.      Mengendalikan kondisi belajar yang optimal
Mengubah perilaku menyimpang dapat dilakukan dengan cara:
1.      Mengajarkan dan memberi contoh perilaku yang diinginkan
2.      Menguatkan perilaku yang baik dengan pujian yang wajar
3.      Memberi hukuman yang benar dan wajar terhadap perilaku yang menyimpang

Kegiatan Belajar 3
Aneka Model Interaksi Kelas Rangkap dalam PKR
1.      Proses Belajar Arahan Sendiri (PBAS)
a.       Langkah-langkah
·         Penyeleksian
·         Pemahaman
·         Penguatan Ingatan
·         Penjabaran Lanjutan
·         Pengintegrasian
·         Pemantauan
b.      Saran penggunaan
2.      Proses Belajar Melalui Kerja Sama (PBMKS)
a.      Olah- Pikir Sejoli (OPS)
b.      Olah- Pikir Berebut (OPB)
c.      Konsultasi Intra Kelompok (KIK)
d.      Tutorial Teman Sebaya (TTS)
e.      Tutorial Lintas Kelas (TLK)
f.       Diskusi Meja Bundar (DMB)
g.      Tugas Diskusi Resitasi (TDR)
h.      Aktivitas Tugas Tertutup (ATTu), dan Aktivitas Tugas Terbuka (ATTa)

*        SARAN PENGGUNAAN
Peran guru dalam model ini adalah sebagai narasumber dan manager kelas. Misi utama model ini adalah keterampilan berpikir kognitif dan komunikasi secara tertulis.


*        BAGAIMANA MEMELIHARA SUASANA BELAJAR?
1.      Memelihara disiplin kelas untuk memungkinkan setiap siswa selalu berada dalam tugas belajarnya dan tidak mengganggu siswa lainnya.
2.      Menciptakan dan memelihara suasana kelas yang menarik
3.     Selalu sadar dan merasa terikat oleh tujuan belajar yang telah dirumuskan dengan tepat


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar